Gejala Penyakit HIV Pria Yang Menyusahkan

33 Gejala Penyakit HIV PriaGejala Penyakit HIV Pria, HIV merupakan virus yg menyerang sistem kekebalan tubuh, menghancurkan jenis sel tertentu yg membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit. Di Amerika Serikat, jumlah pria yg hidup dengan virus lebih tinggi daripada wanita.

Dengan pengobatan antiretroviral yg efektif, orang dengan HIV bisa hidup sehat tanpa risiko menularkan virus kepada orang lain.

Dalam artikel ini, kita melihat tanda dan gejala awal HIV pada pria, serta kapan mereka harus melakukan tes untuk memastikan mereka menerima pengobatan yg efektif. Baca juga : Tanda Awal Masalah Jantung

Gejala Penyakit HIV Pria

Pada pria, gejala HIV awal biasanya tidak spesifik. Gejala awal biasanya tertahankan dan sering disalahartikan sebagai flu atau kondisi ringan lainnya. Masyarakat umum mungkin akan meremehkan mereka atau salah paham dan mengira HIV merupakan penyakit sepele.

Pria bisa mengalami gejala seperti flu beberapa hari sampai beberapa minggu setelah tertular virus, yg mungkin termasuk:

  • demam
  • ruam kulit
  • sakit kepala
  • sakit tenggorokan
  • kelelahan

Selain memiliki kesamaan dengan flu, gejala lain bisa saja muncul seperti:

  • demensia
  • penurunan berat badan
  • kelelahan

Gejala Penyakit HIV Pria awal yg kurang umum meliputi:

  • sariawan di mulut
  • borok pada alat kelamin
  • keringat malam
  • mual atau muntah
  • otot yg sakit
  • nyeri pada persendian
  • pembengkakan kelenjar getah bening

Banyak orang yang meremehkan gejala awal ini terutama oleh para pria dan selalu menunda untuk menemui dokter hingga terlambat. Fakta bahwa beberapa pria tidak mencari pengobatan tepat waktu mungkin menjadi alasan mengapa virus ini mempengaruhi pria lebih parah daripada wanita.

Tidak Efisiennya Obat Yang Telah di Teliti

Walaupun para ilmuwan dan peneliti telah membuat kemajuan yg signifikan dalam pencegahan dan pengobatan HIV selama dekade terakhir, itu tetap menjadi masalah kesehatan yg serius di sebagian besar negara di seluruh dunia.

Menurut CDC, di tahun 2016, kurang lebih 40rb orang telah menderita penyakit HIV di AS. Walaupun jumlah diagnosis baru turun 5 persen antara tahun 2011 dan 2015, masih ada sekitar 1,1 juta orang di AS yg hidup dengan HIV pada tahun 2015.

Lebih banyak pria daripada wanita yg hidup dengan virus. Pada akhir 2010, 76 persen dari semua orang dengan virus di AS merupakan laki-laki. Sebagian besar diagnosis baru tahun itu juga pada pria: sekitar 38.000, yg mewakili 80 persen dari semua diagnosis baru.

Beberapa kelompok orang lebih terpengaruh oleh HIV daripada yg lain. Di antara pria, 70 persen dari diagnosis baru merupakan akibat dari kontak seksual pria-ke-pria pada tahun 2014. Sebanyak tiga persen di sebabkan oleh seks tanpa pengaman dari pria ke pria maupun penyalah gunaan suntikan narkoba.

Pada 2016, 44 persen diagnosis Gejala Penyakit HIV Pria baru terjadi di antara orang Afrika-Amerika, dibandingkan dengan 26 persen di antara orang kulit putih dan 25 persen di antara orang Hispanik dan Latin.

Tahap-tahap Pada HIV

Gejala Penyakit HIV Pria berkembang melalui tiga tahap. Setiap tahap mempunyai karakteristik dan gejala tertentu.

Tahap 1: Fase akut

Tahap ini biasanya terjadi 2-4 minggu setelah penularan, dan tidak semua orang akan menyadarinya.

Gejala uniknya memiliki kesamaan dengan penyakit flu dan terkadang di barengi dengan demam, dan kedinginan. Beberapa orang tidak menyadari bahwa mereka mempunyai virus karena gejalanya ringan dan tidak merasa sakit.

Pada tahap ini, seseorang akan mempunyai sejumlah besar virus dalam aliran darahnya, yg berarti mudah menularkannya. Apabila ada orang yang percaya bahwa mereka mengidap HIV, mereka harus menghubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Tahap 2: Latensi klinis

Tahap ini bisa berlangsung selama 10 tahun atau lebih jika orang tersebut tidak mencari pengobatan. Ini ditandai dengan tidak adanya gejala, itulah sebabnya para profesional medis juga bisa menyebut fase ini sebagai fase tanpa gejala.

Pada tahap ini, obat yg disebut terapi antiretroviral (ART) bisa mengendalikan virus, artinya Gejala Penyakit HIV Pria tidak berkembang. Hal tersebut ternyata memiliki kemungkinan dimana orang lain dapat menyebabkan orang terinfeksi HIV.

Sementara hiv dapat berkembang biak di dalam darah, sehingga hal ini akan sulit di diagnosis oleh profesional kesehatan. Jika seseorang mempunyai tingkat virus yg tidak terdeteksi selama setidaknya 6 bulan, mereka tidak bisa menularkan virus kepada orang lain melalui hubungan seks.

Selama fase tersebut, tahap HIV di dalam tubuh masih mulai berkembang, akan tetapi pada tingkat yg lebih rendah daripada fase akut.

Tahap 3: AIDS

Ini merupakan tahap yg paling parah, di mana jumlah virus dalam tubuh telah menghancurkan populasi sel kekebalan tubuh. Gejala khas dari tahap ini meliputi:

  • demam
  • keringat
  • panas dingin
  • penurunan berat badan
  • kelemahan
  • pembengkakan kelenjar getah bening

Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh sangat lemah. Hal ini memungkinkan infeksi oportunistik menyerang tubuh. Di AS, banyak orang yang tidak terinfeksi Aids karena mereka telah melakukan ART.

Dalam kasus yg jarang terjadi, kondisi ini mungkin berkembang menjadi AIDS dengan cepat.

Dokter memeriksa Gejala Penyakit HIV Pria  pada pria dan wanita dengan melakukan test dari sampel darah atau air liur, Walaupun ruin juga dapat di gunakan sebagai sampel pengujian. Test tersebut di fungsikan untuk mencari antibody yang di buat oleh seseorang untuk melawan HIV. Dan Tes biasanya memakan waktu sekitar 3 sampai 12 minggu untuk mendeteksi antibodi.

Tes lain mencari antigen HIV, yg merupakan zat yg diproduksi virus segera setelah penularan. Antigen ini menyebabkan sistem kekebalan aktif. HIV menciptakan antige p24 yang berkembang di dalam tubuh yang terjadi saat antibody belum sempurna.

Biasanya, tes antibodi dan antigen dilakukan di laboratorium, tetapi ada juga tes di rumah yg bisa dilakukan orang.

Pemeriksaan Penyakit HIV

Test dirumah terkadang di perlukan dengan menggunakan sampel darah maupun air liru, dan hasil yang di dapatkan dari test tersebut dapat di lihat dengan cepat. Apabila dari hasil test tersebut positif, maka di sarankan untuk segera menghubungi dokter spesialis untuk informasi lebih lanjutnya. Apabila hasilnya negatif, orang tersebut harus melakukan test berulang selama beberapa bulan kedepan untuk mendapnatkan hasil yang lebih detail.

Pria yg aktif secara seksual harus menjalani tes HIV setidaknya sekali seumur hidup sebagai bagian dari perawatan kesehatan rutin mereka.

CDC merekomendasikan bahwa setiap orang yg berusia antara 13 dan 64 tahun harus melakukan tes Gejala Penyakit HIV Pria .

CDC juga menyarankan kepada orang untuk mengurangi resiko dan melakukan test HIV setidaknya selama satu tahun. Rekomendasi ini berlaku untuk pria gay dan biseksual, dan pria yg berhubungan seks dengan pria, dan pengguna narkoba suntik.

Selain rekomendasi formal ini, setiap orang yg mungkin telah terpapar Gejala Penyakit HIV Pria atau berhubungan seks tanpa kondom juga harus mengikuti tes.

HIV merupakan virus yg melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi oportunistik.

Walaupun tidak ada obat untuk HIV, pengobatan bisa mengendalikannya. Orang dengan virus bisa hidup sehat dengan perawatan medis dan pengobatan yg tepat.

Diagnosis cepat dan pengobatan yg cocok dapat menghambat perkembangan HIV dan secara signifikan menambah kualitas hidup.

Jika Anda mengidap HIV dan Anda tidak sedang menjalani pengobatan HIV, pada akhirnya virus akan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan Anda akan berkembang menjadi AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Ini merupakan tahap akhir dari infeksi Gejala Penyakit HIV Pria .

Gejala AIDS bisa meliputi:

  • Penurunan berat badan yg cepat
  • Demam berulang atau keringat malam yg banyak
  • Kelelahan yg ekstrem dan tidak bisa dijelaskan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yg berkepanjangan di ketiak, selangkangan, atau leher
  • Diare yg berlangsung lebih dari seminggu
  • Luka pada mulut, anus, atau alat kelamin
  • Radang paru-paru
  • Kehilangan memori, depresi, dan gangguan neurologis lainnya

Masing-masing penyebab HIV tersebut ini juga bisa di hubungkan dengan penyakit lain. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda mengidap HIV merupakan dengan melakukan tes. Jika Anda HIV-positif, penyedia layanan kesehatan akan mendiagnosis jika HIV Anda telah berkembang ke stadium 3 (AIDS) berdasarkan kriteria medis tertentu.