Jenis Cedera Akibat Berenang

Jenis Cedera Akibat Berenang

Beberapa Jenis Luka dan Cedera Akibat Berenang

Siapa sich yang tidak senang berenang? Tetapi, ada banyak jenis luka dan cedera akibat saat berlangsung untuk kamu yang menyukai berenang. Apa lagi, waktu cahaya mentari sedang terik-teriknya, menceburkan diri ke kolam pasti benar-benar beri kesegaran.

Walau olahraga renang ialah olahraga yang relatif aman sebab termasuk olahraga low impact, bahkan juga dianjurkan untuk pasien luka.

Baca Juga: Air Mani dan Sperma Itu Berbeda

Sebab berenang bisa kurangi beban pada persendian (karena dampak mengapung), rileksasi tegangan otot, membenahi kesehatan kardiovaskular, mobilisasi tulang belakang dan memperkuat otot.

Rupanya olahraga renang dapat mengakibatkan luka seperti olahraga yang lain karena pergerakan yang berulang-ulang.

Luka pada olahraga renang kemungkinan semakin sedikit dibanding olahraga yang lain misalkan sepakbola atau baseball, tapi olahragawan renang masih bisa alami luka.

Olahragawan renang sayang rawan pada luka karena pemakaian terlalu berlebih, yang bisa berkenaan pundak, leher, punggung bawah dan lutut.

Dua posisi luka yang tersering pada olahragawan renang ialah pundak dan lutut.

Luka karena pemakaian terlalu berlebih benar-benar memimpin peristiwa luka pada olahragawan renang, namun tehnik yang keliru dapat jadi factor predisposisi luka.

Jenis luka dan cedera akibat berenang apakah yang dimaksud, bagaimanakah cara mengobati sekalian menghindarinya? Geser monitormu ke bawah untuk mengenali jawabnya!

  • Luka leher

Saat berenang, sudah pernahkah kamu rasakan kemelut yang intensif di leher? Ini berlangsung saat kita usaha supaya kepala masih ada di atas air saat berenang dengan style dada, papar situs The Central Orthopedic Grup. Luka leher juga bisa berlangsung saat kita putar leher untuk bernapas waktu berenang dengan style bebas.

Untuk menghindarinya, terus menjaga supaya kepala sejajar dengan tulang belakang. Putar semua badan untuk ambil napas dan menghindar luka.

Untuk mengobati, berikan kompres es untuk kurangi merasa sakit dan lebam. Kerjakan sepanjang 15 menit tiap 3-4 jam sekali, anjuran situs Situs MD.

  • Luka pundak

Kecuali leher, renang bisa juga membuat pundak luka. Beberapa pergerakan renang benar-benar menyertakan lengan dan pundak.

That’s why, pergerakan lengan yang berulang-ulang dapat mengakibatkan otot tegang dan luka pundak dapat berlangsung. Menurut situs The Central Orthopedic Grup, tiap orang yang berenang dengan teratur akan alami ngilu pundak.

Pergerakan renang yang dapat membuat luka pundak ialah style bebas. Luka pundak mempunyai kebiasaan sekitar 40-91 %, yang mengisyaratkan jika luka ini kerap berlangsung. Waktu terserang luka pundak, beristirahatlah sepanjang 24-48 jam sambil mengompres pundak dengan es dan minum obat anti inflamasi, anjuran situs Coastal Orthopedics.

  • Luka lutut

Kecuali leher dan pundak, lutut bisa juga luka, lho! Waktu berenang dengan style dada, kita memercayakan kaki untuk tingkatkan kecepatan badan di air.

Saat kemelut bertambah, style yang dibuat akan membuat lutut luka, papar situs PhysioRoom. Tanda-tandanya adalah ngilu lutut, bengkak dan merasa sakit yang tajam di lutut.

Berdasar survey pada 36 olahragawan renang, 86 % salah satunya mengaku jika pernah merasakan luka di lutut. Untuk menyembuhkannya, kompres lutut dengan es minimal 2 kali satu hari, anjuran situs The Central Orthopedic Grup. Sesaat, untuk menahan, tidak boleh berenang dengan style dada saja, gabungkan dengan style lain.

  • Infeksi telinga

Habiskan waktu sepanjang hari di kolam renang benar-benar membahagiakan. Tetapi, berenang dapat membuat telinga alami infeksi! Infeksi ini mempengaruhi kulit yang tutupi aliran telinga sisi luar, yaitu sisi yang ke arah gendang telinga, tutur situs Medical News Today memberikan keterangan.

Tanda-tanda yang dapat dikenal ialah telinga luar dan aliran telinga memeras dan membesar, telinga keluarkan nanah yang berbau, telinga jadi iritasi dan gatal dan kelenjar getah bening membesar. Dokter akan memberikan obat tetes telinga yang memiliki kandungan asam astringen, kortikosteroid dan antibiotik.

  • Kram otot

Nyaris tiap orang yang hoby renang tentu pernah merasakan kram. Kram dapat berlangsung kapan saja dengan waktu yang bermacam, di antara beberapa menit sampai 15 menit, terang situs PhysioRoom. Sisi yang umum terserang kram ialah lengan dan kaki. Ini berlangsung saat otot mendadak tegang, kontraksi dan tidak santai.

Tanda-tanda yang dapat dikenal ialah otot yang tiba-tiba kaku dan kuat dan ngilu dan susah bergerak di tempat yang terserang. Untuk menahan kram, yakinkan kita terus lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga. Disamping itu, menjaga diri supaya masih terhidrasi saat sebelum melakukan aktivitas fisik yang keras.

  • Ruam kulit

Ini sesungguhnya tidak terhitung luka, tapi kerap berkenaan beberapa orang yang menyukai berenang. Ruam kulit ini mempunyai nama lain dermatitis serkaria.

Ini adalah reaksi alergi pada infeksi yang dibawa oleh parasit pada burung dan mamalia, papar situs PhysioRoom. Parasit ini gampang diketemukan di danau, kolam sampai lautan.

Beberapa ciri yang dapat diikuti adalah kulit jadi gatal dan tampil ruam kemerahan 12 jam sesudah berenang di air tawar atau garam. Bahkan juga, bercak-bercak kecil ini dapat melepuh jika tidak diatasi! Untuk menanganinya, berikan lotion calamine ke ruam, minum obat antihistamin dan jauhi menggaruk tempat yang gatal.

  • Luka punggung

Paling akhir, kita dapat alami luka punggung karena berenang. Luka ini dapat berlangsung pada 77-87 % orang yang berenang dengan intensif tinggi, tutur situs Swim Swam.

Ngilu punggung bawah dapat mempengaruhi siapa saja, baik pemula atau profesional di semua umur. Luka ini dapat berlangsung saat kita berenang dengan style dada dan kupu-kupu.

Untuk menanganinya, beristirahatlah dari rutinitas fisik berat sepanjang 48-72 jam, anjuran situs Healthline. Janganlah lupa mengompres es di tempat yang ngilu untuk bikin otot santai.

Luka Yang lain Karena Olahraga Renang

Luka lutut secara eksklusif terkait dengan style dada:

  • Sindrom stress ligamen kolateral medial
  • Sindrom Patellofemoral
  • Sindrom plica synovial medial

Kaki dan Pergelangan Kaki:

Siku:

  • Sindrom stress
  • Epicondyalgia lateral

Tangan dan Pergelangan Tangan:

  • De Quervain’s tenosynovitis
  • Thoracic Toko Syndrome

Punggung:

  • Spondylolysis
  • Spondylolisthesis
  • Scheuermann Kyphosis
  • Penyakit Diskus Degeneratif

PENATALAKSANAAN CEDERA AKIBAT OLAHRAGA RENANG

Penatalaksanaan meliputi therapy manual, namun yang lebih bernilai, mendapati akar permasalahan pemicu luka dan melakukan modifikasi tehnik untuk menahan permasalahan terulang lagi.

Langkah penatalaksanaan yang biasa diantaranya:

  • Melakukan tehnik yang betul
  • Menghindari latihan dengan 1 style terlalu berlebih
  • Latihan pengokohan pokok badan, pengokohan rotator cuff, dan olahraga di tanah yang dikerjakan saat sebelum, sepanjang dan sesudah musim renang.
  • Pemijatan
  • TENS
  • Ultrasound
  • Mobilisasi dan kecurangan
  • Teknik RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)
  • Akupuntur.

Dalam olahraga, salah satu perihal yang ditakutkan ialah berlangsungnya luka. Luka ini bisa berlangsung di atau pada otot, tulang, tendo atau sendi.

Jika terhitung dalam kelompok berat akan memengaruhi prestasi seorang perenang. Sembuhnya rutinitas akan bergantung pada beratnya luka, wilayah yang terserang dan penyembuhan dan pemulihan yang dikerjakan.

Latihan kembali lagi secara setahap dan pemulihan sesudah luka penting, tapi perlu diamati sejauh mana kerusakan ligamentum, ada atau tidaknya dislokasi dan ada atau tidaknya kerusakan saraf.

Ke-3 alasan itu adalah cara dalam pengatasan luka khususnya untuk luka pundak. Olahragawan, pelatih atau Dokter harus selalu siaga akan berlangsungnya luka terutamanya berkenaan pundak.

Dianjurkan untuk konsumsi obat asetaminofen dan ibuprofen untuk kurangi merasa sakit. Jika belum pulih, selekasnya berobat ke dokter, ya!

Nah, itu  luka yang umum berlangsung pada perenang. Apa kamu pernah merasakannya?